Selasa, 20 Januari 2009

Persiapan dan Perlengkapan Ibadah Haji

Melaksanakan ibadah haji ke Baitullah perlu mempersiapkan segalanya, mulai
dari mental, spiritual sampai material. Persiapan ini akan sangat berpengaruh
kepada kenyamanan dan ketenangan beribadah haji guna memperoleh kualitas
(derajat) haji yang mabrur dan makbul. Persiapan ini di antaranya meliputi:

A. Persiapan Mental, Spiritual, dan Material


Persiapkanlah mental dan spiritual Anda dengan keikhlasan dan kepasrahan yang
tinggi kepada Allah, serta bertaubatlah kepada-Nya dengan memperbanyak zikir
memohon petunjuk dan bimbingan-Nya. Sebelum berangkat, selesaikan
masalah-masalah yang berkenaan dengan tanggung jawab dengan keluarga dan
pekerjaan, bahkan utang piutang. Banyaklah bersilaturahim dengan sanak saudara, kawan, dan masyarakat dengan mohon maaf dan doa restu agar dilancarkan selama dalam perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji nanti.

Pelajarilah Sejarah Islam, terlebih yang berkenaan dengan ibadah haji, agar
dalam melaksanakannya Anda dapat lebih memahami, menghayati, dan menjalankannya dengan lebih Ikhlas, insya Allah. Selain itu, Anda juga perlu mempelajari tata cara shalat jenazah, karena hampir setiap waktu shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diiringi shalat jenazah. Untuk itu, bagi Anda yang belum mengetahui dan hafal tata cara shalat jenazah, dianjurkan mempelajari dan menghafalkannya sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sebaiknya Anda juga memperbanyak membaca bacaan dan doa-doa mengenai ibadah haji untuk menambah wawasan, juga banyak bertanya kepada sanak saudara atau kerabat yang telah berhaji dan berpengalaman sehingga Anda mendapatkan informasi yang jelas dan menambah kekuatan niat haji hanya semata-mata karena Allah SWT.

Untuk persiapan material, siapkan bekal secukupnya selama dalam perjalanan.
Bawalah mata uang Real yang sudah Anda tukarkan di tanah air. Tidak usah semua uang Anda tukarkan, paling tidak Anda membawa uang pecahan yang cukup untuk biaya sehari-hari di tanah Suci nanti, dan tentunya bekal untuk keluarga yang ditinggalkan, yang kesemuanya itu sudah Anda pikirkan dan persiapkan jauh-jauh hari.

Diperbolehkan melaksanakan walimatussafar atau syukuran haji dengan maksud
bersilaturahim dengan mendatangkan sanak keluarga, kerabat, dan tetangga
sebagai pengganti berpamitan sebelum keberangkatan haji.


B. Mempersiapan Perlengkapan Haji
Bawalah barang dan perlengkapan yang sesuai kebutuhan Anda, dan jangan sampai membawa barang yang nantinya tidak Anda butuhkan karena selain merepotkan Anda sendiri juga akan merepotkan orang lain. Ingat, perjalanan haji berbeda dengan
perjalanan untuk berwisata. Berikut perlengkapan umum yang harus dibawa:

• koper;
• tas kecil/ransel yang dipergunakan selama ibadah haji;
• kantong PPH;
• mantel/jaket, pasmina, syal, termal underwear (sesuai keperluan);
• baju muslimah berwarna putih (3 stel) dan yang berwarna bebas (5-6 stel);
• sarung, baju koko, kopiah untuk shalat, dan pakaian sehari-hari (laki-laki)
bawalah 3-5 stel;
• pakaian dalam 7-10 set;
• pakaian t dur 3 stel;
• mukena 3 stel dan bergo panjang menutup dada 5 stel;
• handuk 2 buah;
• kaus kak 8 pasang;
• perlengkapan mandi;

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar